Dalam dunia pendidikan dikenal
berbagai macam pengertian belajar di antaranya menurut Piaget dalam Eggen
(1979) dalam Irawati (2003). Menurutnya, bahwa perkembangan kognitif merupakan
hasil interaksi antara dua elemen, yaitu lingkungan dan struktur kognitif anak.
Struktur intelektual terbentuk pada individu waktu ia berinteraksi dengan
lingkungannya. Seseorang menggunakan struktur atau kemampuan yang sudah ada
untuk menanggapi masalah yang dihadapi dalam lingkungannya. Dengan kata lain
belajar merupakan aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi
aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan tingkah laku, ketrampilan
dan sikap (Hasan, 1994). peroses-belajar-mengajar Menurut Gagne dalam Purwanto
(1997), belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi
ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari
waktu sebelum mengalami situasi itu ke waktu sesudah mengalami situasi
tersebut. Pada dasarnya belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya
pengalaman (Sudjana, 1989). Menurut Mursell & Nasution (2002), pengalaman
yang dilakukan tersebut haruslah membentuk makna atau pengertian. Hal ini
didukung oleh Depdiknas (2002a), bahwa belajar merupakan kegiatan aktif siswa
dalam membangun makna atau pengertian. Hal di atas sesuai dengan teori
konstruktivisme. Prinsip teori ini adalah belajar merupakan suatu proses
pencapaian makna. Menurut Eggen dan Kauchak (1996), agar siswa bisa belajar
dengan bermakna maka guru perlu menghadirkan fenomena atau permasalahan yang
ada di lingkungan ke dalam pembelajaran. Oleh karena itu, belajar harus dimulai
dengan hal-hal yang berada di sekitar siswa, sehingga siswa dapat secara aktif
mencoba memberi makna pada hal-hal yang ada di sekitarnya. .... Baca Selengkapnya
di : http://www.m-edukasi.web.id/2012/11/pengertian-belajar.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

Dalam dunia pendidikan
dikenal berbagai macam pengertian belajar di antaranya menurut Piaget
dalam Eggen (1979) dalam Irawati (2003). Menurutnya, bahwa perkembangan
kognitif merupakan hasil interaksi antara dua elemen, yaitu lingkungan
dan struktur kognitif anak. Struktur intelektual terbentuk pada
individu waktu ia berinteraksi dengan lingkungannya. Seseorang
menggunakan struktur atau kemampuan yang sudah ada untuk menanggapi
masalah yang dihadapi dalam lingkungannya. Dengan kata lain belajar
merupakan aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif
dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan tingkah laku, ketrampilan
dan sikap (Hasan, 1994).
peroses-belajar-mengajar
Menurut Gagne dalam Purwanto (1997), belajar terjadi apabila suatu
situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa
sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum
mengalami situasi itu ke waktu sesudah mengalami situasi tersebut. Pada
dasarnya belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya
pengalaman (Sudjana, 1989). Menurut Mursell & Nasution (2002),
pengalaman yang dilakukan tersebut haruslah membentuk makna atau
pengertian. Hal ini didukung oleh Depdiknas (2002a), bahwa belajar
merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pengertian.
Hal di atas sesuai dengan teori konstruktivisme. Prinsip teori ini
adalah belajar merupakan suatu proses pencapaian makna. Menurut Eggen
dan Kauchak
(1996), agar siswa bisa belajar dengan bermakna maka guru perlu
menghadirkan fenomena atau permasalahan yang ada di lingkungan ke dalam
pembelajaran. Oleh karena itu, belajar harus dimulai dengan hal-hal yang
berada di sekitar siswa, sehingga siswa dapat secara aktif mencoba
memberi makna pada hal-hal yang ada di sekitarnya.
Roger, sebagai penganut paham humanisme mengemukakan beberapa prinsip
belajar.
a. Belajar bermakna
Keberhasilan belajar antara lain ditentukan oleh bermakna tidaknya
bahan
yang dipelajari. Kebermaknaan ini dikaitkan dengan relevansi materi
dengan
kenyataan. Darsono dkk., 2000
b. Belajar atas inisiatif sendiri
Belajar dengan inisiatif sendiri menyebabkan belajar lebih bermakna.
Untuk mencapainya motivasi siswa harus ditumbuhkan sebelum mempelajari
materi yang akan diajarkan.
c. Belajar dan perubahan
Dinamika masyarakat mengisyaratkan terjadinya perubahan. Perubahan
ini harus diantisipasi dengan persiapan yang diperoleh dari
belajar. Yang dibutuhkan sekarang adalah kemampuan belajar dalam
lingkungan yang terus berubah ().
.... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2012/11/pengertian-belajar.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia